Aplikasi pemeriksaan mata katarak berbasis machine learning

23 April 2021 03:18 | dibaca 80 kali

Kini, deteksi mata katarak semudah menyentuh layar android. Baru-baru ini lahir sebuah aplikasi pemeriksaan mata katarak berbasis machine learning. Aplikasi ini mampu menganalisa dan mendeteksi mata katarak hanya dalam hitungan detik melalui android.

Perusahaan rintisan (startup) www.cekmata.com dinobatkan sebagai juara dalam ajang kompetisi yang dihelat Telkomsel, The Next Dev 2017 kategori E-Health.

Aplikasi tersebut merupakan hasil kolaborasi mahasiswa Fakultas Kedokteran Unair Caesar L Givanni bersama dua orang sahabatnya Ivan Sunarso (serial interpreneur) dan Slyvester Albert (programmer dan dosen IT Universitas Ciputra, Surabaya).

Caesar yang saat ini sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Penyakit Dalam RSUD Dr. Soetomo-FK Unair ini mengklaim aplikasi berjargon Selfie Check Healthy ini akan memudahkan siapa saja untuk skrining/pemeriksaan kesehatan mata, khususnya untuk deteksi dini katarak.

Penderita katarak akan lebih cepat sembuh bila gejalanya dapat diketahui sejak dini. Sayangnya, akses untuk skrining mata masih rendah, sementara kesadaran untuk skrining mata juga kurang membudaya di tengah masyarakat. Akibatnya, katarak baru diketahui setelah kondisi akut.

Hampir 4 juta orang di Indonesia terkena katarak. WHO memperkirakan tahun 2020 mendatang, setiap satu menit orang buta karena katarak di Indonesia. Urgensinya tinggi, mengingat katarak adalah penyebab kebutaan terbesar di dunia, kata Caesar seperti dirilis PIH Unair.

Berangkat dari permasalahan tersebut, tercetuslah ide untuk membuat sebuah aplikasi pemeriksaan katarak melalui handphone. Tiga sekawan ini menggabungkan tiga disiplin ilmu yang masing-masing mereka kuasai. Kedokteran, IT (machine learning), dan marketing.


Dikirim oleh: romapreview.com, jakarta, 08123456789 | Kunjungi Website
Terdapat pada: Peluang Usaha, romapreviewcom